author

Belajar Hukum Indonesia: SAMENLOOP AAN STRAFBAAR FEIT (CONCURSUS)

SAMENLOOP AAN STRAFBAAR FEIT (CONCURSUS)



Concursus adalah gabungan tindak pidana.
Terjadi Samenloop, yaitu apabila orang / seseorang yang melakukan tindak pidana lebih dari satu kali dan diantara tindak pidana itu belum ada yang diputus oleh pengadilan dan semua diajukan sekaligus.

Pentingnya mempelajari Samenloop
adalah untuk menentukan berapa hukuman bagi seseorang / beberapa orang yang telah melakukan tindak pidana lebih dari satu kali.


JENIS-JENIS SAMENLOOP :
. Een Daadse Samenloop (Concursus Idealis)
. Voor Gezette Handeling (Perbuatan Berlanjut)
. Meer Daadse Samenloop (Concurcus Realis)

Een Daadse Samenloop (Concursus Idealis)
Adalah suatu tindakan / perbuatan terlanggar lebih dari satu pasal KUHP / pasal lain.
Contohnya : Orang yang membunuh tembak seseorang yang terhalangi kaca dan menyebabkan kaca tersebut pacah / hancur, maka pecahnya kaca tersebut melanggar pasal 406 KUHP dengan ancaman hukuman 2,8 tahun penjara, sedangkan terbunuhnya orang itu melanggar pasal 338 KUHP dengan ancaman pidana setinggi-tingginya 15 tahun penjara.
Jadi dari beberapa tindak pidana tersebut hanya dikenakan hukuman yang terberatnya saja.

Voor Gezette Handeling (Perbuatan Berlanjut)
Ialah perbuatan / tindakan pidana pertama, kedua, ketiga, dst…, mempunyai hubungan yang erat. Hanya dikenakan satu pasal saja.
Contoh: seorang montir bekerja di sebuah toko onderdil besar, tapi dia tidak mempunyai motor, lalu ia mengambil satu persatu onderdil motor dari yang terkecil sampai menjadi sebuah rakitan motor
(Pasal 362).

Meer Daadse Samenloop (Concurcus Realis)
Ialah beberapa tindak pidana melanggar beberapa pasal
Contoh pada tanggal:
1-5-2011 ”Mencuri” (362 KUHP)
10-5-2011 ”Mencuri” (362 KUHP)
20-05-2011 ”Menipu” (378 KUHP)
22-05-2011 ”Membunuh” (338 KUHP)
27-05-2011 ”Memperkosa” (385 KUHP)
Jadi hukuman bagi si pelaku ialah diambil yang hukuman yang terberat + 1/3.

STELSEL PEMIDANAAN DALAM SAMENLOOP :
Stelsel pemidanaan dalam Samenloop ada 4 stelsel sistem pemidanaan :
A. Stelsel Pokok
      Absorptie Stelsel
      Commulatie Stelsel
B. Stelsel Tambahan
      Absorptie yang di pertajam
      Commulatie sedang


Absorptie Stelsel
Apabila seseorang melakukan beberapa delik yang masing-masing diancam dengan pidana yang berlain-lainan, maka menurut sistem ini hanya dijatuhi satu hukuman saja, yaitu pidana yang terberat walaupun orang tersebut melakukan beberapa delik.
Contoh: si A melakukan Tindak Pidana 3 kali, yang ancaman pidananya berbeda-beda yaitu 5 th, 7 th, dan 15 th.
Menurut sistem ini hanya diberikan satu ancaman saja yang terberat yaitu 15 th.

Commulatie Stelsel
Apabila seseorang melakukan beberapa kali perbuatan pidana yang merupakan beberapa delik yang diancam dengan pidana sendiri-sendiri.
Maka menurut sistem ini, tiap-tiap pidana yang diancamkan kepada tiap-tiap delik yang dilakukan oleh orang itu dijumlahkan.
Contoh : 5 th + 7 th + 15 th = 27 th.

Absorptie yang di pertajam
Apabila seseorang malakukan perbuatan yang merupakan beberapa jenis delik yang diancam dengan pidana yang berlain-lainan.
Menurut stelsel ini, pada hakikatnya hanya dijatuhi satu pidana yaitu pidana terberat akan tetapi ditambah 1/3 nya.
Contoh: si A diancam hukuman 7 th, 5 th, dan 15 th, maka si A diancam hukuman (15 + (1/3 X 5) = 20 th.

Commulatie sedang
Apabila seseorang melakukan beberapa jenis delik yang masing-masing diancam dengan pidana sendiri-sendiri,
maka menurut sistem ini, semua pidana yang diancamkan oleh masing-masing delik dijatuhkan semuanya ;
akan tetapi, jumlah dari pidana itu harus dikurangi, yaitu jumlahnya tidak boleh melebihi dari pidana yang terberat ditambah 1/3.
Contoh: 5 th + 6 th + 15 th = 21 th
15 + ( 1/3 x 5) = 20 th.

2 komentar:

  1. salam kenal,
    bang mohon ijin ngutip isi blog abang http://www.blajarilmuhukum.co.cc/search/label/PIDANA

    trims

    BalasHapus
  2. Salam kenal dan salam keadilan,
    Monggo silahkan...

    BalasHapus